← Kembali ke Beranda
Budaya Warisan Megalitik

Pesona Kampung Megalitikum Bena: Kearifan Arsitektur Bajawa

Menyusuri susunan batu megalitik dan filosofi rumah adat Ngada yang menyimpan kisah harmoni antara penghuni bumi dan restu nenek moyang.

Redaksi NeraFlores • • 5 menit baca • Ngada
Bagikan: WA FB X
Desa adat megalitikum di lereng Gunung Inerie
Foto Ilustrasi: Kampung Bena di Bajawa, Ngada, berdiri kokoh di kaki Gunung Inerie dengan tatanan megalitik kuno.

Penulis: Redaksi NeraFlores

Terletak di kaki Gunung Inerie yang menjulang gagah, Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada merupakan salah satu permukiman megalitikum tertua yang masih dihuni secara lestari di Nusantara. Tata letak kampung yang bertingkat sembilan melambangkan tingkatan klan dan strata spiritual masyarakat Ngada.

Di tengah pelataran kampung berdiri kokoh ngadhu (tiang kayu perlambang leluhur laki-laki) dan bhaga (miniatur rumah perlambang leluhur perempuan). Keberadaan kedua simbol ini menegaskan pandangan hidup masyarakat tentang keseimbangan gender dan saling melengkapi dalam roda kehidupan sosial.

Berita Terkait

Berita Terbaru